Ketika.id – Reses DPRD Surabaya menjadi sarana wadul oara warga! Di RW 4 Kelurahan Sememi, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Saifudin Zuhri, mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga dalam kegiatan reses tahun 2024 ini. Warga pun tak segan-segan curhat soal berbagai permasalahan di lingkungan mereka.
Banyak warga yang mengapresiasi upaya Wali Kota Eri Cahyadi dalam memperbaiki fasilitas publik. Penerangan jalan yang lebih terang dan penanganan banjir di beberapa area jadi topik positif. Tapi, di balik pujian tersebut, warga juga menyoroti beberapa masalah infrastruktur yang masih belum tersentuh.
Ketua RW 4, H. Tohir, misalnya, mencurahkan kondisi di RT 1 yang masih belum punya paving dan saluran air. “Warga di sini sangat terdampak kalau musim hujan, air sering banget masuk ke rumah. Harapannya, pavingisasi dan saluran air bisa segera diwujudkan,” katanya dengan nada harap.
Di sisi lain, warga RT 7 Perumahan Taman Sari juga galau. Mereka sudah tinggal bertahun-tahun di sana, tapi fasum alias fasilitas umum yang ada masih belum diserahkan pengembang ke Pemkot Surabaya. Akibatnya, akses ke layanan publik pun terbatas. “Udah puluhan tahun, tapi karena belum diserahkan, fasilitas dari Pemkot masih minim,” keluh seorang warga.
Selain itu, gedung serbaguna di wilayah tersebut juga jadi perhatian. Warga berharap gedung tersebut diberi pagar pengaman untuk mencegah hal-hal negatif. “Gedung ini sering disalahgunakan, jadi penting untuk keamanan warga,” tambah H. Tohir.
Saifudin Zuhri, yang biasa disapa Ipuk, mendengarkan semua aspirasi ini dengan serius. Ia mengapresiasi keterbukaan warga dan berjanji bakal membawa semua usulan ini ke rapat dewan. “Kegiatan reses ini memang kami manfaatkan untuk dengar langsung suara warga. Semua masukan ini akan kami bawa ke Pemkot,” ujar Saifudin dengan tegas.
Menurutnya, setiap suara warga adalah prioritas, dan ia siap mengawal kebutuhan masyarakat sampai benar-benar terealisasi.(MNH)
“Kami akan pastikan semua aspirasi ini diperhatikan dan direalisasikan demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.














