Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

Sering Kena Hoaks? Ternyata Ini Alasan Psikologis Kenapa Kita Suka Telan Informasi Mentah-Mentah

248
×

Sering Kena Hoaks? Ternyata Ini Alasan Psikologis Kenapa Kita Suka Telan Informasi Mentah-Mentah

Sebarkan artikel ini

Otak yang Suka Mencari Jalan Pintas
Secara biologis, otak kita sebenarnya sangat efisien alias agak “malas”. Untuk menghemat energi, otak sering menggunakan jalan pintas mental yang disebut sebagai heuristik. Melakukan riset mendalam, membandingkan dua sumber berita, atau membaca artikel panjang sampai habis itu butuh energi mental yang besar. Akibatnya, saat melihat judul berita yang bombastis atau headline yang emosional, otak kita lebih memilih buat langsung percaya demi kecepatan memproses informasi. Inilah kenapa konten yang sifatnya “instan” jauh lebih laku daripada konten edukasi yang berat.

Pengaruh Tekanan Sosial dan FOMO
Keinginan untuk selalu jadi yang pertama tahu juga berperan besar. Di kalangan anak muda, ada rasa takut ketinggalan zaman atau FOMO (Fear of Missing Out). Saat sebuah berita sedang viral, ada tekanan sosial tersendiri buat ikut berkomentar atau membagikannya agar dianggap update. Karena buru-buru pengin ikut nimbrung dalam percakapan, proses verifikasi data pun sering terabaikan. Kita lebih peduli pada kecepatan distribusi informasi daripada akurasi konten yang dibagikan tersebut.

Kekuatan Narasi Emosional di Media Sosial
Informasi yang disajikan dengan bumbu emosi—seperti kemarahan, rasa iba, atau ketakutan—punya daya pikat yang luar biasa. Algoritma media sosial memang didesain untuk mendorong konten yang memicu reaksi emosional karena itu yang bikin orang lama bertahan di aplikasi. Saat emosi kita sudah tersulut, bagian otak yang berfungsi untuk berpikir logis biasanya bakal “mati” sementara. Kita jadi lebih reaktif daripada reflektif, sehingga hoaks atau berita palsu yang dibungkus dengan narasi menyentuh hati bakal ditelan bulat-bulat tanpa ragu.

Baca Juga:  5 Tempat Ngopi Paling Asik buat Nugas Sampai Nongkrong Di Jogja
Example 120x600