Kurangnya Literasi Digital di Tengah Banjir Informasi
Harus diakui, sistem pendidikan kita terkadang belum sepenuhnya siap menghadapi tsunami informasi di era digital. Banyak orang punya akses internet yang kencang, tapi nggak dibekali dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni. Membedakan mana media kredibel dan mana akun bodong butuh skill khusus. Tanpa kemampuan buat berpikir kritis dan skeptis secara sehat, masyarakat bakal terus jadi sasaran empuk bagi penyebar informasi sesat yang hanya mengejar engagement semata.
Menjadi kritis di tengah arus informasi yang deras memang nggak mudah, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan. Jangan biarkan jempolmu bergerak lebih cepat dari logika, karena satu kali klik bisa berdampak besar bagi dirimu dan orang lain.
(Res)














