2. Faktor Genetika dan Garis Keturunan
Faktor keturunan memegang peran yang sangat besar dalam menentukan apakah seseorang bisa memproses susu dengan baik atau tidak. Genetik menentukan kapan produksi laktase dalam tubuh mulai menurun. Di banyak negara Asia dan Afrika, mayoritas penduduknya secara alami kehilangan kemampuan memproduksi laktase setelah melewati masa kanak-kanak. Jadi, kalau kamu merasa perut sering bermasalah habis minum susu sementara temanmu dari Eropa tampak baik-baik saja, bisa jadi itu adalah “warisan” biologis dari nenek moyang kita.
3. Faktor Usia yang Semakin Bertambah
Pertambahan usia ternyata berbanding lurus dengan penurunan kemampuan tubuh dalam mencerna produk dairy. Saat masih bayi, tubuh manusia memproduksi laktase dalam jumlah besar karena susu adalah sumber makanan utama. Namun, seiring bertumbuhnya kita menjadi dewasa dan mulai mengonsumsi makanan yang lebih bervariasi, tubuh secara alami mulai mengurangi produksi enzim tersebut. Hal ini menjelaskan kenapa dulu waktu kecil kamu mungkin kuat minum susu bergelas-gelas, tapi sekarang justru sering merasa kembung setelah mengonsumsinya.














