Jangan Konsumsi Makanan Berat dan Minuman Berkafein
Apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh juga sangat memengaruhi kualitas tidur dan kejernihan pikiran. Mengonsumsi makanan berat atau pedas menjelang waktu tidur akan memaksa sistem pencernaan Anda bekerja keras, yang dapat menyebabkan perut kembung, heartburn, dan ketidaknyamanan fisik yang mengganggu tidur. Demikian pula, kafein yang terdapat pada kopi, teh, atau minuman berenergi adalah stimulan yang membuat otak tetap waspada. Batasi asupan kafein setidaknya enam hingga delapan jam sebelum tidur untuk memastikan tubuh benar-benar siap beristirahat.
Batasi Perencanaan dan Pembuatan Daftar Tugas Mendetail
Ironisnya, mencoba menjadi terlalu produktif di malam hari justru bisa menjadi bumerang. Seringkali, saat Anda mencoba membuat daftar tugas yang panjang atau merencanakan jadwal hari berikutnya dengan detail, otak Anda mulai memproses semua tugas tersebut, memicu stres dan overthinking tentang bagaimana menyelesaikannya. Daripada membuat daftar yang rumit, cukup tulis tiga hal terpenting yang harus Anda lakukan esok hari. Ini adalah kompromi yang memungkinkan Anda menenangkan pikiran tanpa memicu kecemasan kinerja.
Berhenti Melakukan Olahraga Intensif
Meskipun olahraga teratur adalah penangkal stres yang hebat, waktu pelaksanaannya sangat penting. Melakukan olahraga intensitas tinggi seperti lari cepat, angkat beban berat, atau latihan kardio yang memacu adrenalin terlalu dekat dengan waktu tidur akan meningkatkan suhu tubuh inti dan melepaskan hormon epinefrin (adrenalin). Kondisi ini membuat tubuh dalam keadaan waspada, bukannya rileks, sehingga sulit bagi pikiran untuk tenang dan menghentikan overthinking. Idealnya, selesaikan sesi olahraga berat Anda setidaknya tiga hingga empat jam sebelum berbaring. Anda bisa menggantinya dengan peregangan ringan atau yoga lembut.














