Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 120x600
Example 120x600
GenZeta

4 Alasan Gen Z Ogah Diinterogasi Pas Acara Keluarga

45
×

4 Alasan Gen Z Ogah Diinterogasi Pas Acara Keluarga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ketika.id – Datang ke acara kumpul keluarga besar seharusnya jadi momen yang menyenangkan buat melepas rindu. Namun bagi banyak anak muda, agenda makan-makan santai sering kali berubah jadi ajang “sidang meja hijau” dadakan. Pertanyaan yang datang bertubi-tubi dari paman, bibi, hingga sepupu jauh terkadang terasa lebih berat daripada ujian skripsi atau deadline kantor.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Banyak dari generasi muda yang akhirnya memilih untuk lebih banyak diam atau bahkan menghindar dari kerumunan karena merasa privasinya sedang diinvasi. Memahami dinamika ini penting agar silaturahmi tetap hangat tanpa harus membuat salah satu pihak merasa terpojok. Mari kita bedah alasan Gen Z merasa risih saat ditanyai terlalu intens dalam acara keluarga.

Example 300x600

1. Perbedaan Definisi Privasi Antar Generasi

Salah satu pemicu utama rasa tidak nyaman ini adalah adanya celah perbedaan pandangan mengenai batasan privasi. Bagi generasi yang lebih tua, menanyakan hal-hal detail seperti jumlah gaji, status hubungan, atau kapan rencana menikah dianggap sebagai bentuk perhatian dan basa-basi yang lumrah. Mereka merasa itu adalah cara untuk menunjukkan rasa peduli.

Namun bagi Gen Z, hal-hal tersebut masuk dalam ranah privasi yang sangat personal. Menanyakan detail kehidupan pribadi di depan banyak orang terasa seperti pelanggaran ruang gerak. Mereka lebih menghargai percakapan yang mendalam mengenai hobi atau pandangan hidup daripada sekadar data administratif kehidupan yang sifatnya sensitif.

Example 300250
Example 120x600