Meskipun susu tidak secara langsung menghasilkan lendir (dahak), produk susu dapat membuat lendir yang sudah ada menjadi lebih kental dan tebal (thickening effect). Lendir yang lebih kental ini akan lebih sulit dikeluarkan dari saluran pernapasan, sehingga kamu akan merasa lebih tidak nyaman, dada terasa penuh, dan memicu dorongan batuk yang lebih kuat. Untuk sementara, kamu bisa menggantinya dengan susu nabati seperti susu almond atau oat milk yang cenderung tidak memiliki efek pengentalan yang sama.
3. Minuman Berkafein Tinggi (Kopi dan Teh Pekat)
Pecinta kopi dan teh harus menahan diri sejenak ketika batuk melanda. Meskipun ngopi sudah jadi rutinitas wajib, kafein justru bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi proses penyembuhan.
Kafein adalah diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan dehidrasi ringan. Tubuh yang dehidrasi akan cenderung memproduksi lendir yang lebih kering dan iritatif. Lendir yang kering ini akan lebih sulit dikeluarkan dan dapat membuat tenggorokan terasa semakin gatal dan kering, sehingga memicu batuk yang tidak produktif. Lebih baik ganti kopi pagimu dengan teh herbal hangat tanpa kafein seperti teh jahe atau madu lemon.
4. Minuman Manis Kemasan dan Bersoda
Semua jenis minuman manis yang mengandung gula tinggi, seperti soda, jus kemasan dengan tambahan gula, atau minuman energi, sebaiknya dihindari total saat batuk.














