2. Jaga Kebersihan Talang Air (Gutter) dan Saluran Utama
Talang air di atap adalah garis pertahanan pertama dalam sistem drainase rumah. Fungsi utamanya adalah menangkap semua air hujan yang jatuh di atap dan mengalirkannya secara terpusat melalui pipa pembuangan (downspout) ke saluran air di tanah. Jika talang ini tersumbat oleh daun kering, ranting, atau kotoran burung, air akan meluber ke tepi atap dan jatuh sembarangan di halaman atau bahkan merembes ke dinding rumah.
Oleh karena itu, pembersihan talang air secara rutin—setidaknya dua kali setahun atau sebelum dan selama musim hujan—adalah sebuah keharusan. Pastikan juga sambungan pipa pembuangan air dari atap (downspout) mengarahkannya jauh dari fondasi rumah. Jangan biarkan air dari atap langsung jatuh dan menggerus tanah di sekitar pondasi. Saluran pembuangan air di tanah (selokan atau got) juga wajib dibersihkan secara berkala dari sampah dan lumpur agar aliran air tetap lancar tanpa hambatan.
3. Buat Area Resapan Tambahan: Sumur Resapan atau Biopori
Di tengah keterbatasan lahan dan banyaknya area yang tertutup beton (impermeable), kemampuan tanah untuk menyerap air menjadi sangat berkurang. Solusinya adalah dengan menciptakan area resapan buatan. Sumur resapan (sejenis lubang besar yang diisi kerikil dan berfungsi menampung air untuk diserap ke dalam tanah) dan Lubang Biopori (lubang kecil vertikal yang diisi sampah organik) adalah dua cara paling ramah lingkungan untuk mengatasi genangan.
Pemasangan sumur resapan atau lubang biopori di area halaman yang sering tergenang dapat membantu mengalihkan air permukaan ke dalam tanah, sehingga mengurangi beban pada saluran drainase utama. Selain mencegah genangan, metode ini juga berfungsi sebagai konservasi air tanah, lho. Kamu bisa membuatnya di halaman, dekat pohon, atau di area yang memiliki kepadatan tanah tinggi.














