Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

5 alasan kenapa hal yang berbau fomo cepat menghilang

704
×

5 alasan kenapa hal yang berbau fomo cepat menghilang

Sebarkan artikel ini

Ketika.id – Coba deh lihat linimasa kamu sekarang. Seminggu yang lalu, mungkin semua orang lagi heboh bahas challenge viral, makanan unik yang harus dicoba, atau bahkan gimmick investasi terbaru. Semuanya serba mendadak, serba ramai, dan serba “Kalau kamu gak ikutan, kamu ketinggalan!”. Inilah yang kita sebut FOMO (Fear of Missing Out), sebuah dorongan kuat untuk ikut-ikutan tren agar tidak dianggap aneh atau kurang update.

Fenomena FOMO ini sangat khas di era digital, terutama di kalangan anak muda. Kita terbiasa melihat segalanya bergerak cepat. Tapi coba perhatikan lagi: secepat apa tren-tren itu muncul, secepat itu pula mereka menghilang. Kenapa, ya? Kenapa hal yang ramai banget di media sosial mendadak sepi dan terasa basi dalam hitungan hari atau minggu? Ada beberapa alasan kuat di balik hilangnya tren FOMO secepat kilat. Mari kita bedah alasannya, scroll down!

1. Kelelahan Informasi (Information Overload)
Dunia digital hari ini seperti keran air yang dibuka penuh—informasi mengalir deras tanpa henti. Setiap detik, ada konten baru, meme baru, dan influencer baru yang muncul. Otak kita, terutama sebagai Gen Z dan millennials, dipaksa untuk memproses jutaan data ini.

Ketika suatu tren muncul karena FOMO, ia memenuhi linimasa secara masif, memaksa kita melihatnya berulang kali. Alih-alih tertarik, kita justru mengalami kelelahan informasi. Kebosanan dan jenuh muncul jauh lebih cepat karena paparan yang berlebihan. Karena itu, tren yang tadinya viral, dengan cepat digantikan oleh arus informasi baru yang lebih segar, membuat tren lama tenggelam begitu saja.

Baca Juga:  5 Trik Rahasia ini Bikin Tidur Kamu Nyenyak Semalaman

2. Sifat Dasarnya Hanya Permukaan (Shallow Engagement)
Banyak tren FOMO yang didorong oleh aspek visual dan gimmick semata, bukan karena memiliki nilai atau kedalaman yang substansial. Kita ikut serta hanya untuk pamer bahwa kita “ada” di tengah keramaian, bukan karena kita benar-benar menikmati atau mendapatkan manfaat darinya.

Example 120x600