Selain itu, mulailah mengurasi siapa saja yang kamu ikuti. Unfollow atau mute akun-akun yang membuatmu merasa buruk tentang dirimu sendiri. Gantilah dengan konten yang menginspirasi, informatif, atau akun yang mempromosikan self-love agar energi positif lebih banyak masuk ke pikiranmu.
3. Sadari Bahwa Setiap Orang Punya “Timeline” Masing-masing
Membandingkan hidup adalah pencuri kebahagiaan yang paling nyata. Kamu harus sadar bahwa hidup bukanlah perlombaan lari, melainkan sebuah perjalanan pribadi. Apa yang dicapai orang lain di usia 20-an bukan berarti kegagalan buat kamu yang masih berjuang di usia yang sama.
Setiap orang memiliki tantangan dan privilese yang berbeda di balik layar. Alih-alih melihat ke samping, fokuslah melihat ke depan. Rayakan pencapaian kecilmu sendiri, karena sekecil apa pun progres yang kamu buat, itu tetaplah sebuah kemajuan yang patut diapresiasi.
4. Hadapi Ketakutan Secara Bertahap (Exposure)
Menghindari situasi sosial mungkin terasa melegakan dalam jangka pendek, tapi justru akan memperparah kecemasan di jangka panjang. Cobalah untuk melakukan “tantangan kecil” setiap hari. Misalnya, mulai menyapa barista saat memesan kopi atau sekadar memberikan komentar singkat di forum yang kamu sukai.
Melakukan interaksi kecil secara bertahap akan melatih otakmu untuk menyadari bahwa situasi sosial tidak semenakutkan yang dibayangkan. Semakin sering kamu berhadapan dengan ketakutanmu secara perlahan, semakin besar rasa percaya diri yang akan terbangun secara alami.













