Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
GenZeta

5 Cara Mengelola Utang Paylater buat Para gen z

472
×

5 Cara Mengelola Utang Paylater buat Para gen z

Sebarkan artikel ini

2. Prioritaskan Pembayaran Sebelum Jatuh Tempo

Salah satu jebakan paling mematikan dari paylater adalah denda keterlambatan yang bunganya bisa membengkak berkali-kali lipat. Untuk menghindarinya, pastikan kamu memprioritaskan pembayaran tagihan segera setelah menerima gaji atau uang bulanan. Jangan tunggu sampai mepet tanggal jatuh tempo karena biasanya ada risiko gangguan sistem atau lupa yang justru merugikanmu.

Jadikan tagihan ini sebagai “pengeluaran wajib” yang harus dibayar di awal, bukan sisa uang di akhir bulan. Kalau kamu konsisten membayar tepat waktu, kamu nggak cuma terhindar dari denda, tapi juga menjaga kredibilitas akunmu tetap bersih di mata penyedia jasa keuangan.

3. Batasi Penggunaan Maksimal 10 Persen Penghasilan

Idealnya, total cicilan utang konsumtif—termasuk paylater—nggak boleh melebihi persentase tertentu dari penghasilan bulananmu. Bagi anak muda, angka aman untuk cicilan gaya hidup adalah maksimal 10 hingga 15 persen saja. Jika gaji kamu 5 juta rupiah, maka total seluruh tagihan paylater idealnya nggak lebih dari 500 ribu rupiah.

Jika angka tagihan sudah menyentuh batas tersebut, segera berhenti menggunakan fitur paylater untuk transaksi apa pun. Disiplin dalam membatasi limit diri sendiri adalah kunci biar kamu nggak terjebak dalam lingkaran setan gali lubang tutup lubang yang melelahkan.

Baca Juga:  Kenapa Generasi Z Sering Cari Waktu untuk Self Healing ? Ini 5 Alasan Utamanya
Example 120x600