ketika.id – Dalam pusaka kebijaksanaan Jawa, terdapat sebuah ajaran yang menohok: “Sak bejo-bejone wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspodo” (Seberuntung-beruntungnya orang yang lalai, masih lebih beruntung orang yang sadar dan waspada).
Falsafah ini bukan sekadar peribahasa, melainkan pedoman hidup yang tetap relevan di era modern yang penuh ketidakpastian ini.
Mengupas Makna Filosofi
1. “Wong Kang Lali” (Orang yang Lalai)
Merujuk pada orang yang hidup tanpa kesadaran penuh:
– Terlena oleh kesenangan sesaat
– Abai terhadap tanggung jawab
– Tidak antisipatif terhadap masalah
2. “Wong Kang Eling lan Waspodo” (Orang yang Sadar dan Waspada)
Menggambarkan pribadi yang:
– Selalu ingat pada hakikat hidup
– Memiliki kesiapan menghadapi tantangan
– Bijak memandang keberuntungan














