Ketika.id – Overthinking atau terlalu banyak memikirkan sesuatu adalah masalah umum yang dialami banyak orang, terutama Generasi Z (Gen Z). Di balik citra mereka yang adaptif dan kreatif, Gen Z seringkali menghadapi tekanan mental yang kompleks. Masalah yang mereka pikirkan bukan hanya soal asmara, tetapi juga hal-hal lain yang berkaitan dengan eksistensi dan masa depan. Berikut adalah empat masalah utama yang seringkali memicu overthinking pada Gen Z.
Ekspektasi Karier dan Finansial
Gen Z hidup di era di mana informasi seputar kesuksesan sangat mudah diakses. Mereka melihat teman sebaya yang sukses di usia muda, baik dari segi karier maupun finansial, di media sosial. Hal ini sering memicu perbandingan diri dan rasa cemas akan masa depan. Mereka overthinking tentang pilihan pekerjaan, gaji yang layak, dan bagaimana mencapai stabilitas finansial di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Tekanan untuk segera “mapan” membuat mereka merasa tergesa-gesa dan takut tertinggal dari orang lain.














