Ketika.id – – Siapa di antara kamu yang sering menjadikan malam sebagai waktu paling produktif? Entah itu ngejar deadline, maraton series terbaru, atau asyik mabar sampai subuh. Begadang sudah jadi gaya hidup sebagian anak muda. Tapi, setelah semalaman melawan kantuk, esok harinya pasti ada tamu tak diundang yang datang: rasa pusing, kepala berat, dan otak loading lambat.
Sensasi pusing setelah begadang ini bukan cuma perasaan, lho. Ada alasan ilmiah dan mekanisme tubuh yang bekerja di baliknya. Tubuh kita punya jam biologis yang tidak bisa dibohongi. Kalau kamu sering bingung kenapa kepala selalu “nyut-nyutan” setelah stay up late, ini dia lima jawaban ilmiah kenapa begadang suka bikin pusing dan bagaimana hal itu merusak sistem tubuhmu.
1. Gangguan Keseimbangan Hormon Kortisol
Saat kamu begadang, kamu secara paksa mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam internal yang mengatur siklus tidur-bangun. Gangguan ini menyebabkan produksi hormon stres, kortisol, menjadi tidak terkontrol.
Biasanya, kadar kortisol akan turun saat malam hari dan perlahan naik menjelang pagi untuk membantu kita bangun. Ketika kamu begadang, kadar kortisol bisa melonjak tidak menentu. Peningkatan kortisol ini memicu respons fight-or-flight yang berlebihan, yang kemudian memengaruhi pembuluh darah di kepala. Dampaknya? Kepala terasa tegang, berat, dan akhirnya memicu rasa pusing yang menyiksa.
2. Dehidrasi dan Penyempitan Pembuluh Darah
Fakta menarik: Saat kita tidur, tubuh sebenarnya bekerja keras untuk mengatur cairan. Ketika kamu begadang, apalagi sambil ditemani kopi berlebihan, kamu rentan mengalami dehidrasi.














