Ketika.id – Pernah gak sih, kalian lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba ada berita heboh yang bikin emosi naik? Tanpa pikir panjang, jempol langsung gerak cepat buat share ke grup WhatsApp atau repost di Story. Padahal, belum tentu berita itu benar adanya. Fenomena ini makin sering terjadi di era banjir informasi kayak sekarang, di mana batasan antara fakta dan opini jadi makin kabur.
Rasanya memang jauh lebih gampang buat percaya sama apa yang lewat di beranda daripada harus repot-repot melakukan fact-checking. Ternyata, kecenderungan kita buat menelan informasi mentah-mentah bukan cuma soal malas, tapi ada kaitannya sama cara kerja otak kita yang unik. Yuk, kita bedah bareng-bareng alasan di balik kebiasaan ini!
Efek Bias Konfirmasi yang Bikin Kita Manja
Alasan pertama yang paling sering terjadi adalah adanya bias konfirmasi. Otak manusia cenderung lebih mudah menerima informasi yang sejalan dengan apa yang sudah kita percayai sebelumnya. Kalau kalian sudah punya pandangan tertentu tentang sebuah isu, informasi apapun yang mendukung pandangan itu bakal langsung “klik” di kepala tanpa difilter lagi. Sebaliknya, informasi yang bertentangan biasanya bakal langsung ditolak atau dianggap salah. Ini bikin kita merasa nyaman karena merasa keyakinan kita divalidasi oleh orang lain di internet.














