181.867 KK Masih “Belum Ditemukan”, Pemkot Surabaya Ajak Warga Gercep Konfirmasi DTSEN Sebelum 31 Maret
Surabaya, Ketika.id – Angkanya nggak kecil. Hingga pertengahan Februari 2026, tercatat masih ada 181.867 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 506.678 jiwa di Surabaya yang belum terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Artinya, hampir 17 persen warga belum terkonfirmasi keberadaannya oleh petugas survei.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun minta warga yang merasa belum didata untuk tidak santai. Batas waktu konfirmasi mandiri ditetapkan hingga 31 Maret 2026.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan pendataan sudah berjalan sejak Oktober 2025 dengan melibatkan 5.000 ASN sebagai surveyor. Namun berbagai kendala masih ditemui di lapangan, mulai dari warga pindah domisili, tidak bisa ditemui, hingga penolakan di kawasan perumahan elite.
“Kami mengharapkan warga yang belum sempat ditemui petugas untuk proaktif melakukan konfirmasi keberadaan mereka melalui website surabaya.go.id. Ini penting agar pemerintah memiliki data akurat untuk perencanaan pembangunan dan ketepatan penyaluran bantuan sosial,” ujar Eddy dalam konferensi pers di Gedung Ex-Humas Pemkot Surabaya, Kamis (19/2/2026).
- Cara Konfirmasi? Gampang.
Warga cukup buka surabaya.go.id, lalu masukkan NIK, tanggal lahir, dan alamat domisili saat ini. Bisa juga datang langsung ke kelurahan setempat.
“Setelah warga mengisi data, dalam waktu maksimal satu minggu tim surveyor akan menghubungi nomor handphone yang didaftarkan untuk melakukan survei ulang ke lokasi domisili mereka,” tambahnya.














