2. Pahami Konsep Behind The Scene dan Realitas Ekonomi
Sadarilah bahwa apa yang dipertontonkan di media sosial adalah highlight yang sangat dikurasi, bukan keseluruhan cerita. Satu foto liburan mewah di Bali mungkin membutuhkan utang atau pengeluaran yang sudah direncanakan berbulan-bulan, atau bahkan hanya pekerjaan endorsement berbayar.
Terapkan pola pikir realitas ekonomi. Pahami bahwa sebagian besar influencer yang memamerkan kekayaan adalah bagian dari model bisnis, dan tugas mereka adalah menjual aspirasi. Fokus pada kondisi keuanganmu sendiri dan tetapkan tujuan finansial yang realistis. Ingat, kekayaan sejati tidak selalu dipamerkan. Prioritaskan financial well-being kamu di dunia nyata daripada validation sesaat di dunia maya.
3. Terapkan Prinsip Conscious Spending dan Frugality
Daripada mengikuti tren barang-barang yang hype hanya untuk selfie, Gen Z bisa mulai menerapkan prinsip conscious spending, yaitu belanja dengan kesadaran penuh dan makna. Ini berkaitan erat dengan prinsip frugality atau hidup hemat, yang kini justru menjadi tren baru yang keren.
Mulai praktikkan keuangan sadar. Alokasikan uang untuk pengalaman, pendidikan, atau investasi, bukan hanya untuk barang konsumtif yang cepat basi. Daripada membeli outfit baru setiap minggu, coba mix and match pakaian lama atau beli dari thrift store. Menjadi hemat di usia muda bukanlah aib, tapi justru tanda kedewasaan finansial yang akan kamu syukuri di masa depan.














