Serangan Israel ke gereja tersebut menyebabkan dua warga Gaza meninggal dunia dan 13 orang lainnya terluka, termasuk Pendeta Paroki Gabriel Romanelli beserta seorang balita berusia 3 tahun dan seorang penyandang disabilitas.
Akibat serangan yang disengaja itu, bangunan gereja—yang telah menampung banyak warga Kristen dan Muslim Palestina yang mengungsi sejak Oktober 2023—serta fasilitas di sekitarnya mengalami kerusakan parah.
Komite gereja Palestina menyerukan agar para pemimpin gereja dan pemuka agama Kristen di seluruh dunia turut bersuara dan secara terbuka mengecam serangan Israel itu. (Res)














