ketika.id – Masyarakat Kota Surabaya setiap tahun merayakan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) pada tanggal 31 Mei. Namun tak banyak yang tahu, sebelum penetapan itu, Hari Jadi Surabaya pernah dirayakan setiap 1 April, bahkan selama bertahun-tahun.
Penetapan tanggal 1 April sebagai hari jadi kota merujuk pada Staatsblad No. 324 tahun 1906, di mana pemerintah kolonial Belanda menetapkan Surabaya sebagai gemeente atau kotapraja. Sejak saat itu, tanggal 1 April 1906 dianggap sebagai momen berdirinya pemerintahan kota modern di Surabaya. Maka tak heran jika pada masa kolonial hingga beberapa dekade setelah kemerdekaan, peringatan hari jadi kota ini jatuh pada awal April.
Namun seiring berkembangnya kesadaran sejarah dan jati diri lokal, muncul dorongan untuk menggali akar sejarah Surabaya yang lebih tua dan memiliki nilai perjuangan. Puncaknya terjadi pada tahun 1975, ketika pemerintah kota bersama sejarawan dan budayawan menggelar seminar yang membahas asal-usul Surabaya.
Para tokoh sejarah pun mengusulkan perubahan tanggal HJKS kepada R. Soekotjo, Wali Kota Surabaya saa itu. Kemudian berdasarkan keputusan Wali Kota Surabaya pada 1973, dibentuk tim khusus dibentuk untuk melakukan penelitian terhadap penetapan HJKS yang baru.
Setidaknya ada empat alternatif HUT Surabaya, yakni:














