2. Berani Komunikasi Secara Terbuka dan To-The-Point
Banyak orang terjebak dalam situationship selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun hanya karena takut menanyakan “kita ini apa?”. Padahal, komunikasi adalah kunci untuk memutus rantai ketidakpastian. Pilih waktu yang tepat dan bicarakan secara tenang namun tegas mengenai arah hubungan kalian. Sampaikan apa yang kamu rasakan tanpa perlu merasa rendah diri.
Jika dia terus memberikan jawaban yang menggantung seperti “jalani aja dulu” atau “aku belum siap komitmen tapi sayang kamu,” itu sudah menjadi jawaban yang cukup jelas. Kalimat-kalimat tersebut biasanya hanya cara halus untuk menahan kamu tanpa memberikan hak yang seharusnya kamu dapatkan dalam sebuah hubungan resmi. Ingat, komunikasi bukan untuk memaksa dia berkomitmen, tapi untuk mendapatkan kejelasan bagi dirimu sendiri.
3. Berhenti Melakukan Tugas sebagai Pasangan
Salah satu alasan kenapa seseorang betah dalam situationship adalah karena mereka mendapatkan keuntungan layaknya seorang pacar tanpa harus memikul tanggung jawabnya. Kamu mungkin selalu ada saat dia butuh teman curhat, memberikan perhatian penuh, atau bahkan selalu tersedia setiap kali dia mengajak bertemu. Jika kamu ingin keluar, kamu harus mulai membatasi diri dan berhenti memberikan “fasilitas” tersebut.
Berhentilah berperan sebagai pasangan jika dia sendiri tidak mau memberikan label tersebut padamu. Kurangi intensitas membalas pesan secara instan atau menolak janji lain hanya demi dia. Dengan menarik diri secara perlahan, kamu sedang memberikan ruang bagi dirimu sendiri untuk kembali berharga dan memberi tahu dia bahwa akses ke hidupmu tidaklah gratis tanpa komitmen yang jelas.
















