4. Tetapkan Batasan Tegas dan Jaga Jarak
Keluar dari hubungan yang sudah terlanjur nyaman memang sangat sulit, apalagi jika perasaan sayang sudah mendalam. Namun, demi kesehatan mental, kamu perlu menetapkan boundaries atau batasan yang sangat tegas. Jika setelah pembicaraan serius dia tetap tidak bisa memberikan status, maka langkah terbaik adalah menjaga jarak secara total untuk sementara waktu.
Hindari memantau media sosialnya atau terus-menerus membalas pesan “apa kabar” yang seringkali hanya menjadi pancingan agar kamu tidak benar-benar pergi. Jarak ini bukan untuk menghukum dia, melainkan untuk membantu proses penyembuhan dirimu sendiri. Tanpa jarak yang jelas, kamu akan sangat mudah goyah dan kembali masuk ke dalam siklus hubungan tanpa status yang sama.
5. Prioritaskan Self-Love dan Kebahagiaan Pribadi
Setelah berhasil melepaskan diri, fokuslah sepenuhnya pada pengembangan diri dan kebahagiaanmu sendiri. Seringkali situationship membuat kita lupa pada hobi, teman-teman, atau ambisi pribadi karena terlalu sibuk memikirkan orang lain yang bahkan tidak memprioritaskan kita. Gunakan waktu luangmu untuk melakukan hal-hal yang membuatmu merasa berdaya dan berharga.
Kelilingi dirimu dengan lingkaran pertemanan yang positif dan suportif. Sadarilah bahwa kamu layak mendapatkan seseorang yang bangga memiliki kamu dan berani menyatakan statusnya di depan publik. Keberanianmu melepaskan yang tidak jelas adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri, dan itu akan membuka pintu bagi hubungan yang jauh lebih sehat di masa depan.
Melepaskan seseorang yang membuatmu nyaman memang berat, tapi bertahan dalam ketidakpastian jauh lebih menyakitkan. Jadi, jangan biarkan dirimu terus-menerus menjadi bab figuran dalam cerita orang lain, karena kamu berhak menjadi tokoh utama yang bahagia dengan akhir yang jelas.
















