Fraksi PKB dan PDIP Bersuara Lantang
ketika.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan pinjaman hingga Rp5 triliun melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk delapan proyek strategis memicu pro dan kontra di DPRD Kota Surabaya. Fraksi PDIP dan PKB secara tegas menyampaikan kritik terhadap langkah tersebut, dengan alasan potensi dampak jangka panjang yang membebani anggaran daerah.
Ketua Fraksi Gabungan PDIP dan PAN, Budi Leksono, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengambilan keputusan yang melibatkan utang besar. Ia mendukung upaya Pemkot membangun Surabaya, namun menekankan bahwa pinjaman harus sesuai dengan masa jabatan wali kota saat ini.
“Pada prinsipnya, kami mendukung pembangunan. Tapi, durasi pinjaman harus disesuaikan. Jangan sampai beban ini diwariskan ke pemimpin berikutnya,” ujar Budi, Selasa (24/12).














