Ia juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap konten dewasa yang bisa muncul tanpa disaring. “Jangan menunggu anak terpapar dulu baru bertindak. Literasi digital harus mulai dari rumah dan sejak dini,” tandasnya.
Literasi Digital Keluarga: Bukan Pilihan, tapi Kewajiban!
Untuk mengantisipasi risiko digital, Gun Gun mendorong pelatihan literasi digital keluarga melalui kelas-kelas orang tua, kampanye edukasi, dan panduan teknis yang mudah dipahami.
Beberapa langkah praktis yang ia sarankan antara lain:
- Membiasakan jam bebas layar dalam keluarga.
- Menetapkan jam tidur konsisten.
- Melakukan komunikasi terbuka tentang etika digital.
- Menjadi teladan dalam penggunaan gawai.
“Ketika orang tua bijak dengan gawai, anak akan meniru. Role model pertama itu ada di rumah,” ujarnya.
Tips Praktis untuk Orang Tua Menghadapi Tantangan Digital:
- Tetapkan screen time maksimal 1–2 jam per hari untuk anak usia sekolah dasar.
- Terapkan zona bebas gawai di rumah, seperti ruang makan dan kamar tidur.
- Gunakan fitur parental control dan browser ramah anak.
- Lakukan dialog rutin tentang keamanan digital dan tanggung jawab online.
- Ikuti pelatihan literasi digital, baik daring maupun melalui sekolah/komunitas.
Literasi digital bukan hanya soal teknologi, melainkan soal perlindungan anak dari risiko dunia maya yang tak kasat mata. Mari bangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan berpihak pada masa depan anak Indonesia.
(Res)












