Ketika.id – Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, tampil sebagai sosok muda Indonesia yang bersuara lantang dalam forum ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) ke-17 di Brunei Darussalam.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi kawasan untuk melawan hoaks dan konten negatif yang mengancam generasi muda, khususnya anak-anak.
Dalam sesi Ministerial Discussion bertema “MAJU: Media Advancing Joint Understanding”, Fifi yang juga memimpin delegasi Indonesia menyuarakan urgensi literasi digital sebagai senjata utama menghadapi banjir informasi yang belum tentu benar.
“Hoaks dan ujaran kebencian itu bukan cuma ancaman informasi, tapi juga ancaman nyata bagi anak-anak di ruang digital. Ini harus jadi prioritas ASEAN bersama,” tegas Fifi, Kamis (8/5/2025).
Fifi juga menyoroti inisiatif Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang diusung Indonesia. Menurutnya, GNLD tak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tapi juga memperkuat pola pikir kritis masyarakat agar bisa memilah informasi dengan cermat.














