Ketika.id – Realisasi serapan anggaran program intervensi Gen Z di Surabaya nampaknya masih belum optimal.
Pasalnya, hingga memasuki triwulan akhir Tahun Anggaran 2026, serapan anggaran program tersebut baru mencapai sekitar 2 persen meski dana telah didistribusikan ke seluruh kecamatan.
Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko, iapun lantas mengkritisi rendahnya realisasi Program Intervensi Gen Z yang digagas Pemerintah Kota Surabaya untuk menekan angka pengangguran terbuka.
“Anggaran sudah di-dropping di masing-masing kecamatan pada tahun anggaran 2026, tapi serapannya baru 2 persen,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan catatan DPRD Surabaya kata Yona, dari 31 kecamatan di Kota Pahlawan, baru sekitar empat hingga lima kecamatan yang mulai merealisasikan anggaran program tersebut.












