Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndeksPolitik Kita

Dirjen Kemkomdigi Ajak ASEAN Bersatu Lawan Hoaks Demi Lindungi Anak di Dunia Digital

660
×

Dirjen Kemkomdigi Ajak ASEAN Bersatu Lawan Hoaks Demi Lindungi Anak di Dunia Digital

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Dirjen KPM Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya (tengah), selaku Ketua Delegasi Indonesia saat memberikan sambutannya pada pertemuan ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) ke-17 di Brunei Darussalam, Kamis (8/5/2025) Foto: Dok. Ditjen KPM Kemkomdigi
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Dirjen KPM Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya (tengah), selaku Ketua Delegasi Indonesia saat memberikan sambutannya pada pertemuan ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) ke-17 di Brunei Darussalam, Kamis (8/5/2025) Foto: Dok. Ditjen KPM Kemkomdigi

“Literasi digital itu soal membangun mindset, bukan cuma soal bisa pakai gadget. ASEAN harus jalan bareng untuk pastikan masyarakat kita tahan terhadap misinformasi,” ujarnya.

Perlindungan Anak Jadi Sorotan

Isu perlindungan anak di ruang maya jadi salah satu topik utama yang dibawa Indonesia. Fifi memaparkan kebijakan terbaru Tanah Air, seperti Peraturan Presiden No. 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas, serta PP No. 21 Tahun 2025 (PP TUNAS) yang fokus pada tata kelola perlindungan anak di dunia digital.

“Anak-anak adalah masa depan ASEAN. Kalau kita abai terhadap konten negatif yang mereka temui setiap hari, kita gagal sebagai kawasan,” kata Fifi.

Langkah Indonesia mendapat sambutan positif dari negara-negara anggota, yang sepakat pentingnya kerja sama regional untuk membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi semua kalangan.

Dorong Investasi untuk Jurnalisme Berkualitas

Indonesia juga mendorong platform digital dan perusahaan teknologi ASEAN untuk tak cuma jadi penyalur informasi, tapi juga berperan aktif dalam membiayai jurnalisme berkualitas.

Baca Juga:  Dorong Literasi Digital, Arif Fathoni: Anak Muda Harus Jadi Agent of Truth
Example 120x600