“Literasi digital itu soal membangun mindset, bukan cuma soal bisa pakai gadget. ASEAN harus jalan bareng untuk pastikan masyarakat kita tahan terhadap misinformasi,” ujarnya.
Perlindungan Anak Jadi Sorotan
Isu perlindungan anak di ruang maya jadi salah satu topik utama yang dibawa Indonesia. Fifi memaparkan kebijakan terbaru Tanah Air, seperti Peraturan Presiden No. 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas, serta PP No. 21 Tahun 2025 (PP TUNAS) yang fokus pada tata kelola perlindungan anak di dunia digital.
“Anak-anak adalah masa depan ASEAN. Kalau kita abai terhadap konten negatif yang mereka temui setiap hari, kita gagal sebagai kawasan,” kata Fifi.
Langkah Indonesia mendapat sambutan positif dari negara-negara anggota, yang sepakat pentingnya kerja sama regional untuk membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi semua kalangan.
Dorong Investasi untuk Jurnalisme Berkualitas
Indonesia juga mendorong platform digital dan perusahaan teknologi ASEAN untuk tak cuma jadi penyalur informasi, tapi juga berperan aktif dalam membiayai jurnalisme berkualitas.














