Di era modern, ketupat tidak hanya identik dengan Lebaran tetapi juga menjadi makanan sehari-hari. Variasi ketupat seperti ketupat kandangan (khas Banjar), ketupat babanci (khas Betawi), dan ketupat glabed (khas Tegal) semakin memperkaya khazanah kuliner Indonesia.
Ketupat Go International
Kini, ketupat telah mendunia. Di Malaysia dan Singapura, ketupat disebut “ketupat palas” (dibungkus daun palem). Di Filipina, makanan serupa disebut “pusô”. Bahkan, di Belanda, ketupat menjadi bagian dari hidangan “rijsttafel” warisan masa kolonial.
Ketupat sebagai Warisan Budaya
Ketupat bukan sekadar makanan, melainkan simbol persatuan, toleransi, dan kearifan lokal Indonesia. Dari tradisi Wali Songo hingga meja makan modern, ketupat tetap lestari sebagai bukti bahwa kuliner bisa menjadi jembatan budaya dan sejarah.














