Kondisi itu dinilai menjadi sinyal bahwa pelaksanaan program belum berjalan sesuai target sehingga perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Kalau melihat progresnya sekarang, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Program yang sudah dianggarkan dengan baik seharusnya bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi sasaran utama,” kata Yona.
Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itu menegaskan Komisi A DPRD Surabaya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas Program Intervensi Gen Z.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam pembahasan Perubahan APBD (PAK) 2026 maupun penyusunan APBD 2027.
“Jika di PAK ternyata serapan tidak maksimal, maka akan kami evaluasi efektivitas program ini. Kalau kesimpulannya tidak efektif, maka akan kita hapus di 2027,” tegas mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.












