Program Intervensi Gen Z sendiri memiliki alokasi anggaran hingga Rp47 miliar apabila terealisasi secara penuh.
Menurut dia, tujuan program tersebut untuk menekan angka pengangguran terbuka patut diapresiasi, namun pelaksanaannya harus mampu menunjukkan hasil yang terukur.
“Tujuan awal program ini sangat mulia, untuk mengurangi angka pengangguran terbuka. Tapi ketika serapan tidak berjalan, maka perlu kita gali kenapa tidak efektif,” ujar Cak Yebe.
Dia menambahkan setiap program yang menggunakan anggaran daerah harus dievaluasi berdasarkan manfaat yang diterima masyarakat, bukan hanya besarnya alokasi anggaran.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan program tidak berjalan efektif, DPRD akan mendorong agar anggaran dialihkan ke program lain yang lebih tepat sasaran.












