Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pendidikan

7 Cara Menghadapi Fase Anak Susah Diatur Tanpa Marah-marah

727
×

7 Cara Menghadapi Fase Anak Susah Diatur Tanpa Marah-marah

Sebarkan artikel ini

Ketika.id – Setiap orang tua pasti pernah mengalami fase di mana anak terlihat “susah diatur”. Tangisan tak kunjung henti, penolakan saat diminta melakukan sesuatu, atau bahkan tantrum di tempat umum bisa menjadi pemandangan sehari-hari. Menghadapi kondisi ini memang menguras emosi, namun ada cara-cara efektif untuk menghadapinya tanpa perlu marah-marah. Pendekatan yang tenang dan penuh pengertian justru akan membangun fondasi hubungan yang lebih kuat dengan si kecil.

1. Pahami Sumber Perilaku
Sebelum bereaksi, coba pahami mengapa anak bersikap demikian. Apakah mereka lapar, lelah, bosan, atau justru mencari perhatian? Terkadang, perilaku “susah diatur” adalah cara anak mengomunikasikan kebutuhan atau perasaannya yang belum bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata. Dengan memahami akar masalahnya, Anda bisa merespons dengan lebih tepat.

2. Berikan Pilihan Terbatas
Anak-anak ingin merasa memiliki kendali. Alih-alih memberikan perintah langsung, tawarkan dua pilihan terbatas yang sama-sama bisa Anda terima. Misalnya, daripada mengatakan “Pakai baju ini sekarang!”, Anda bisa bertanya, “Mau pakai baju merah atau baju biru?”. Ini memberi mereka ilusi kontrol dan mengurangi kemungkinan penolakan.

Baca Juga:  Kemkomdigi Dorong Anak Akses Digital untuk Pendidikan
Example 120x600