6. Jadilah Contoh yang Baik
Anak-anak adalah peniru ulung. Cara Anda bereaksi terhadap stres dan frustrasi akan ditiru oleh mereka. Jika Anda ingin anak belajar mengelola emosi tanpa marah-marah, tunjukkanlah contoh perilaku yang tenang dan sabar. Tarik napas dalam-dalam, hitung sampai sepuluh, atau tinggalkan ruangan sejenak jika Anda merasa emosi mulai memuncak.
7. Berikan Ruang untuk Emosi
Penting bagi anak untuk belajar bagaimana merasakan dan mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sehat. Jangan menekan atau mengecilkan perasaan mereka. Akui emosi yang mereka rasakan (“Mama tahu kamu kesal karena tidak bisa bermain lagi”) dan bantu mereka mengidentifikasi perasaan tersebut. Setelah emosi mereda, barulah ajak mereka berdiskusi tentang perilaku yang tepat.
Menghadapi fase anak susah diatur memang memerlukan kesabaran ekstra dan strategi yang tepat. Dengan menerapkan pendekatan yang tenang, konsisten, dan penuh kasih, Anda tidak hanya berhasil mengatasi tantangan ini tanpa perlu marah-marah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dan positif dengan buah hati Anda. Ingatlah, fase ini akan berlalu, dan setiap momen adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama. (Res)














